Wednesday, February 28, 2024
spot_img
Home Blog

Rakernas ke 2 KEIND Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Indonesia Emas 2045

Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND) menggelar rapat kerja nasional (rakernas) ke-2, di Artotel Suites Mangkuluhur Hotel, pada Sabtu, 18 November 2023. Rakernas KEIND dihadiri bersama ratusan pelaku UMKM.

KEIND adalah organisasi para pengusaha dari berbagai bidang dengan mengusung salah satu misi turut andil bagian secara nyata terhadap peningkatan perekonomian nasional.

Dalam gelaran RAKERNAS kali ini mengangkat tema: membangun sinergitas pentahelix collaboration untuk Indonesia Emas 2045. Model penta helix merupakan sinergi lima pemangku kepentingan yaitu akademisi, dunia usaha, pemerintah, media, dan komunitas . Untuk mewujudkan inovasi, strategi triple helix berkembang menjadi strategi penta helix dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan organisasi nirlaba.

Salah satu tujuan yang menjadi sorotan dalam rakernas ini adalah kontribusi nyata para pengusaha yang bernaung dibawah KEIND agar terjadi kolaborasi antara pengusaha, industri, akademisi, masyarakat dan pemerintah mewujudkan kebijakan dan inovasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang sustainability.

Terkait program energi hijau, ada pandangan khusus dari Ketua Umum KEIND, Afda Rizal Armasita. Menurut Afda, agar target energi baru terbarukan (EBT) ini bisa terwujud sesuai target pemerintah, maka harus ada sinergi antara pemerintah, akademisi, masyarakat dan pengusaha. “Karena itu kami sebagai pengusaha tergerak, untuk bersama-sama membangun EBT, yang memang sangat penting bagi manusia. Karena targetnya, tahun 2030, energi fosil habis, sehingga kita harus fokus pada EBT,” ungkap Afda.

Pengurus Kamar Entrepreneur Indonesia 2023

Inovasi energi hijau telah menjadi fokus utama dalam pembangunan berkelanjutan. Beragam sumber Energi Hijau, seperti tenaga surya, tenaga angin, tenaga air, biomassa dan biogas serta energi geothermal.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, pemanfaatan energi terbarukan nasional pada 2023 baru mencapai 12,8 persen dari target 23 persen pada 2025, jika ingin mencapai pengurangan emisi di tahun 2030.

Salah satu sumbangsih nyata KEIND untuk bersama-sama pemerintah mewujudkan penggunakan EBT yang signifikan. “Di KEIND, kita ada wakil ketua umum khusus menangani EBT, ini menunjukan keseriusan saya yang luar biasa. Apalagi pengusaha di KEIND itu kebanyakan bergerak dari Energi Baru Terbarukan. Sayangnya investasi kita di EBT ini, belum maksimal mendapat bantuan dari pemerintah,” jelas Afda.

Afda terus mendorong pemerintah dan elemen terkait untuk fokus pada EBT, mengantikan energi fosil.  Harus diakui, investasi EBT memang sangat besar. Namun, ini hanya terjadi di awal saja, selanjutnya akan sangat efisien. “Agar kebijakan penggunakan EBT ini berkelanjutan, maka pemerintah harus mengutamakan penggunaan energi non fosil ini,” terang Afda.

Sementara itu, Jusuf Kalla, wakil presiden ke-10 dan ke-12 ini hadir, dalam rakernas KEIND ini menyoroti tentang riset dan contoh dalam menyokong industri terbarukan yang siap bersaing dengan pasar. “Jepang maju, karena mencontoh Amerika Serikat. Korea maju karena mencontoh Jepang. China maju, karena mencontoh semua negara-negara yang telah maju,” ungkap Kalla.

Sambutan Jusuf Kalla pada Rakernas KEIND 2023

Karena itu, menurut Kalla, Indonesia bisa maju dengan mengadopsi pencapaian-pencapaian yang telah dilakukan negara maju.

Ketua Panitia Rakernas ke 2 KEIND turut menguatkan program kolaborasi ini guna menyokong semangat pengusaha untuk dapat memaksimalkan potensi Kerjasama dengan pihak kepentingan lainnya. Menurut DR. Dini Fronita, ST, MT, IPM, KEIND berkolaboasi dengan banyak pihak dengan harapan yang besar. “Ke depan itu kita pastikan para pelaku UMKM, akan mendapatkan banyak program, mulai dari coaching clinic, seminar, hingga pelatihan untuk meningkatkan skill sehingga para UMKM bisa naik kelas,” ungkap Dini.

Dalam diskusi panel yang dihadiri pengurus pusat dan daerah KEIND, Dini menjelaskan ada 3 sesi diskusi panel yang memberikan wacana program intens kedepannya. Diskusi panel tersebut menghadirkan sejumlah tokoh pebisnis, yakni para pemangku kepentingan mulai dari perwakilan perguruan tinggi dan juga jajaran pemerintah yang memaparkan pemahaman terkait industri-industri di Indonesia.

Tak hanya itu, dalam rakernas KEIND ini juga memberikan bantuan teknologi berbayar digital sebagai alat pembayaran dalam bertransaksi kepada pelaku UMKM.

Ke depan, Dini menjelaskan, KEIND akan banyak berkolaborasi dengan para stakeholder lain untuk meningkatkan UMKM di Indonesia, khususnya terkait Zero Carbon Campaign yang merupakan wujud aktif kita untuk bisa menciptakan Net Zero Emission.

Dalam gelaran Rakernas KEIND kali ini, ada yang unik, karena semua peserta yang hadir menggunakan busana Nusantara. Ketua Ladies KEIND Hanny Pirss, turut mengkoordinir sentuhan Royal Nusantara pada Rakernas ke 2 ini menitik beratkan pada nilai-nilai Sejarah yang dapat menjadi penyemangat juang bagi pengusaha, “Bahwa busana nusantara yang dipakai peserta Rakernas menunjukkan entrepreneur Indonesia yang terus mendukung kearifan lokal, dan ini juga penyemangat membentuk citra dan branding diri sebagai pebisnis tangguh dalam mengenalkan produk Indonesia di mata dunia,” jelas Hanny Pirss.

Royal Nusantara KEIND 2023

Dijelaskan Hanny, Ladies KEIND juga akan memberikan program pendampingan dalam waktu dekat dengan pelatihan workshop Personal Branding bagi pengusaha guna menyiapkan pengetahuan dalam menjangkau jejaring bisnis dan stakeholder yang mengacu pada 5 sektor kolaborasi Penta Helix ini agar semakin kuat.  

Bersama mari kita wujudkan Rakernas KEIND ke 2 ini bisa dapat berdampak positif dan konkret bagi landscape ekonomi Indonesia.

‘Sajak di Atas Ombak’, Kolaborasi Apik APR dengan Desainer Riau di JMFW 2023

APR Everything Indonesia
APR Everything Indonesia

Asia Pacific Rayon (APR) menggandeng enam perancang busana dan enam perajin batik dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Riau tampil di Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2024 yang digelar di ICE BSD, Tangerang Selatan. Kolaborasi APR dan API tersebut menampilkan koleksi modest fashion dengan tema Sajak di atas Ombak dari wastra khas Melayu, Riau. Tema itu terinspirasi dari ombak Boni yang hanya muncul di Sungai Kampar, Provinsi Riau.

Motif-motif yang mengangkat kekhasan Riau, seperti ombak Bono, daun semangka, Sungai Kampar, ikan arwana, pucuk pakis, dan bintang berayun, itu dicanting ke sehelai kain batik. Material viscose-rayon dari Asia Pacific Rayon (APR) menjadi material yang ditampilkan dari seluruh koleksi. Hasilnya, outer, tunik, celana berpipa lebar, jubah panjang, long skirt, hingga overall mewarnai koleksi ini. Semuanya tampil dalam warna-warna menarik seperti putih, biru, ungu, hingga mustard.

Dalam perbincangan dengan Zoey dari APR, ia menjelaskan gelaran karya dalam fashion show ini bisa berlangsung, karena kerjasama antara 6 desainer Riau dan 6 pengrajin batik Riau. “Bahan batik dari pengrajin, lalu diolah oleh para desainer untuk menciptakan beberapa look yang ditampilkan di fashion show ini,” terang Zoey.

Zoey Rasjid, APR

Produsen serat viscose-rayon APR memperkuat komitmen mereka dalam mendukung pengembangan modest fashion berkelanjutan. “Awalnya para ibu-ibu pengrajin ini membatik dengan bahan katun yang 100 persen impor. Akhirnya kita kenalkan viscose-rayon yang diproduksi di Riau. Dari semua proses, mulai dari ditanam, dipanen, diolah, hingga menjadi kain, semuanya dilakukan di Riau,” terang Dini.

Seiring berjalan waktu dengan proses kurasi, akhirnya desainer dan pengrajin Riau bisa menampilkan karyanya di event nasional. “Menjadi kebanggaan tersendiri, membawa mereka ke pentas nasional, ”tutur Zoey.

Kerja bersama untuk koleksi ini sejalan dengan komitmen keberlanjutan APR untuk dapat mewujudkan Riau sebagai textile hub di Indonesia. “Usaha ini sekaligus untuk membantu merevitalisasi kerajinan tekstil tradisional Indonesia,” ungkap Dini.

Kerja sama APR dan API ini memberikan akses kepada perempuan dan generasi muda untuk bisa mengembangkan keterampilan di bidang fesyen dan juga sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM.

Sekadar informasi, Asia Pacific Rayon (APR) adalah produsen rayon viskosa pertama yang terintegrasi di Asia dari perkebunan hingga serat viscose. Pabrik berkapasitas 300.000 ton terletak di Pangkalan Kerinci dengan Asia Pacific Resources International Limited (APRIL). Sebagai salah satu perusahaan yang dikelola oleh RGE, yang didirikan oleh Sukanto Tanoto pada tahun 1973, APR menghasilkan rayon viskosa yang mudah terurai yang digunakan dalam produk tekstil.

Sambut Indonesia Emas dengan Ragam Produk Sustainable Food Indonesia.

Trade Expo Indonesia 2023
Trade Expo Indonesia 2023
Trade Expo Indonesia 2023
Trade Expo Indonesia 2023

Dalam Pameran Trade Expo Indonesia 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang Selatan, berlangsung mini talk show yang digelar oleh Versi Magazine pada tanggal 20 Oktober 2023. Dengan tema utama tentang superfood Indonesia dalam konteks mencegah stunting di Indonesia. Terutama menjelang Indonesia emas 2045 dalam wacana, dan gagasan dalam rangka mempersiapkan para generasi muda Indonesia yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi.

Superfood merupakan makanan-makanan yang kaya nutrisi dan rendah kalori. Mulai dari buah-buahan, kacang-kacangan, sayur hijau dan ikan.

Tren superfood memanfaatkan fakta bahwa pilihan gaya hidup sehat termasuk diet, dapat mengurangi risiko kita terhadap penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Industri makanan ingin meyakinkan kita bahwa hanya dengan memakan beberapa makanan tertentu dapat memperlambat proses penuaan, menghilangkan depresi, menggenjot kemampuan fisik kita, hingga bahkan kecerdasan.

Prefunction Hall 3, ICE BSD Tangerang.
Day 3 TEI 2023, Prefunction Hall 3, ICE BSD Tangerang.

Dalam talk show ini menghadirkan 3 brand yang telah di kurasi dari Kementrian Perindustrian RI yakni Algaepark, Moringa dan Sagoo Mie. Mereka adalah UMKM binaan Kementrian Perindustrian yang telah terkurasi siap ekspor dengan sistem komoditas yang dibutuhkan dunia.

Algaepark memiliki ragam produk, mulai dari suplemen, skincare, pakan ternak hingga pupuk. Hanif menjelaskan bahwa produk tersebut diolah dari spirulina yang dibudidayakan di air tawar. Pengolahan ragam produk di Algaepark mengandalkan teknologi tinggi. “Dari mesin tersebut bisa difilter untuk mengetahui kualitas spriluna. Bila berkualitas bagus, produk turunan seperti suplemen dan skincare. Untuk kualitas menengah bisa dijadikan pakan ternak. Salah satunya pakan ayam petelur, yang bisa menghasilkan warna kuning teur yang lebih kuat. Hal ini didapatkan dari pigmen spirulina,” jelas Hanif.

Karena Algaepark memiliki tagline yakni Alga Solution, sehingga beragam produk dari Algaepark tidak membuahkan limbah. “Limbah itu, bisa diolah menjadi pupuk. Kami kerjasama dengan Pemda Sukoharjo untuk pupuk tanaman padi. Secara kuantiti sama, tapi kualitas padi lebih bagus,” ungkap Hanif.

Moringa, Algaepark, Sago Mee
Moringa, Algaepark, Sago Mee

Tak hanya Hanif, dalam talk show ini juga Nurul Rahmadani Cv.Tri Utami Jaya. Nurul menghadirkan brand Moringa dengan produk utama yakni teh dari daun kelor.  “Manfaat teh ini sangat bagus, untuk antioksidan terutama buat anak-anak,” jelas Nurul.

Saat ini, telah banyak upaya yang dilakukan Nurul untuk mengedukasi pentingnya minuman herbal yang menjadi kekayaan Indonesia, tak luput dengan andil mengajak para akademisi turut serta dalam pengembagan produknya yang siap untuk pangsa ekspor.

Pembicara lain yang turut memeriahkan talk show ini adalah Fidrianto yang hadir dengan brand Sagoo Mie. Produknya istimewa dan berbeda, yakni mie instan yang dibuat dari sagu. “Keunggulan produk kami, no gluten dan no MSG,” jelasnya bangga.

Fidrianto meyakini bahwa produk yang dibuat ini akan berkembang pesat. Pasalnya alam Indonesia sangat mendukung tanaman sagu. “Tanaman sagu itu masih sangat luas dan belum dimanfaatkan oleh bangsa kita. Sagu adalah sumber karbohidrat yang sangat bagus sekali,” pungkasnya.

Di Indonesia, kebutuhan masyarakat terhadap komoditas pangan utama seperti beras cenderung meningkat akibat dari peningkatan jumlah penduduk dan beberapa kali Indonesia mengalami kekurangan dalam suplai beras yang berdampak pada dikeluarkannya kebijakan impor beras. Namun, Upaya Fidrianto dalam mengenalkan Sago dengan cita rasa yang gurih memudahkan Masyarakat dalam menu pilihan yang beragam tanpa khawatir krisis pangan.

HLN ke-78 Enlit Asia 2023, Siapkan Solusi Transisi Energi

Dalam rangka mendorong akselerasi penciptaan sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) bekerja sama dengan Enlit Asia menyelenggarakan “Hari Listrik Nasional (HLN) ke-78 Enlit Asia 2023”  pada 14-16 November 2023 di Indonesia Convention Exhibition, BSD. 

Semangat transisi energi menjadi tema Hari Listrik Nasional ke-78 – Enlit Asia 2023 kali ini, “Strengthening ASEAN Readiness in Energy Transition”. Pembicara ternama dan berpengaruh dari dalam dan luar negeri di industri energi dan ketenagalistrikan juga akan menjadi magnet peserta untuk mengikuti forum diskusi, symposium, seminar dan jejaring, berkolaborasi  mendorong penambahan kebutuhan energi listrik dengan dominasi penggunaan EBT (Energi Baru Terbarukan), termasuk mencapai target net zero emission pada 2060 atau lebih cepat lagi.

“MKI sebagai partner strategis pemerintah siap membantu dalam mengimplementasikan program transisi energi yang dicanangkan pemerintah sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan baik jangka panjang, menengah, maupun tahunan,” ujar Sekretaris Jenderal Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia & Ketua Pelaksana HLN78, Arsyadany G Akmalaputri saat konferensi pers 18/10/2023 di Jakarta.

Ajang ini  untuk memberikan update teknologi dan inovasi terbaru di industri energi dan kelistrikan dalam rangka mendorong transisi energi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh ASEAN.  Setiap tahun, Enlit Asia juga mendorong kolaborasi yang lebih besar di seluruh industri dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di sektor energi ASEAN, mulai dari pembuat kebijakan dan regulator hingga penyedia teknologi hingga konsumen dalam satu wadah.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Ir. Ida Nuryatin Finahari, M.Eng mengatakan, “Indonesia terus melakukan langkah konkret dalam upaya pengurangan emisi GRK, melalui Enhanced NDC2030 dengan peningkatan target dari sektor energi menjadi 358 Juta ton CO2e (31,89%) dengan kemampuan sendiri dan 43,20% dengan dukungan internasional. Dalam upaya mewujudkan target tersebut, kegiatan aksi mitigasi penurunan emisi GRK di subsektor ketenagalistrikan terus didorong antara lain melalui pembangunan PLTU Clean Coal Technology, Pengoperasian Pembangkit Listrik Gas Baru, Pembangkit Energi Terbarukan yang terhubung ke jaringan (on-grid).”

Ir. Ida Nuryatin Finahari, M.Eng menambahkan, “Terobosan juga dilakukan Pemerintah melalui peluncuran bursa perdagangan karbon akhir September lalu. Kesiapan pembangkit khususnya PLTU untuk ikut serta berpartisipasi dalam bursa karbon dinilai perlu disiapkan dan lebih dimatangkan lagi,” ujarnya. 

Besarnya potensi EBT di tanah air tentu saja perlu dioptimalisasi. Oleh karenanya pemerintah sebagai regulator bersinergi dengan PT PLN (Persero) sebagai operator. Sinergi yang dibangun salah satunya dengan menghadirkan pengembangan pembangkit listrik EBT di luar perincian Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) Tahun 2019-2038. 

Dalam menghadapi transisi energi pada subsektor ketenagalistrikan, pemerintah Indonesia membuat beberapa perubahan kebijakan dan peraturan, salah satunya yaitu mengembangkan pembangkit listrik EBT dapat dilakukan di luar perincian Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) Tahun 2019-2038. 

Direktur Manajemen Risiko PT. PLN (Persero), Suroso Isnandar mengatakan, “PLN bersama Pemerintah telah menyusun Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dalam rangka mendukung program transisi energi. PLN juga tengah berupaya untuk menjadikan energi hijau menjadi sebuah layanan bagi masyarakat melalui produk listrik hijau yang berasal dari listrik EBT. Selain itu, Hari Listrik Nasional ke-78 Enlit Asia 2023 yang merupakan event berskala internasional di bidang energi dan kelistrikan, menjadi ajang bagi kami untuk terus mencari partner bertukar pikiran dan gagasan dalam rangka menjawab beragam perubahan dan tantangan di sektor energi tanah air.” 

Komitmen PLN untuk mendukung penyelenggaraan Hari Listrik Nasional ke-78 Enlit Asia 2023 turut diwujudkan dengan hadirnya narasumber kunci di berbagai forum dalam event tersebut, antara lain: 

1. Darmawan Prasojo, President Director of PT PLN

2. Chairani Rachmatullah, President Director of PT PLN Engineering

3. Edwin Nugraha Putra, President Director of PT PLN Indonesia Power

4. Iwan Agung Firstantara, President Director of PT PLN EPI

5. Ruly Firmansyah, President Director of PT PLN Nusantara Power and many more. 

Hari Listrik Nasional ke-78 Enlit Asia 2023 merupakan kesempatan terbaik bagi para ekshibitor untuk melakukan networking, mempertunjukkan perkembangan terbaru di bidang energi, dan mencari solusi inovatif guna menjawab tantangan transisi energi pasca pandemi. Ada lebih dari 200 pembicara akan terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan acara, mulai dari KTT yang berfokus pada strategi, hingga konten teknis yang dapat diakses secara gratis di lantai pameran.

“Kami berharap melalui forum Hari Listrik Nasional ke-78 Enlit Asia 2023 bisa menjadi salah satu upaya untuk menyatukan komitmen antar berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung transisi energi di Indonesia dan kawasan ASEAN. Sebagai ajang pertemuan terbesar industri energi dan kelistrikan ini, kami menargetkan lebih dari 12.000 pengunjung yang hadir selama tiga hari mulai dari 14 hingga 16 November 2023,” kata Portfolio Director Energy Clarion Events Asia, Simon Hoare.[]Giavani